Friday, April 15, 2016

Jakarta BaRu!

We used to dream about a godly leader who would be the salt and light for our nation. Every Sunday as a church we pray for our government. Now God in His marvelous wisdom has made a way as an answer to this, things don't automatically just run smoothly. Wherever His values are established there will be controversy. It separates families, human race, it divides a nation into what so-called lovers and haters. And whatever can be shaken will be shaken. Old paradigm, worn out system, political structure, people's trust. With greater blessings come greater challenges. Beloved people of God (of Indonesia), run your race as this godly man runs his. In thanksgiving and praise bring all petition to God anytime without ceasing for His wisdom, protection, annointing, for health, for joy and peace upon this man. I believe that many will see the Lord through his leadership. That in each victory he gains, all eyes will see the Mighty One himself has got his back. And that they are dearly loved. For this reason that He has given ‪#‎ahokforjakartabaru‬
Salam!

Telepati ;)

Salah satu hal terbaik dlm pernikahan (selaen kmn" sll ada temennya) adl anugerah utk bs bertukar pikiran dg partner yg sepadan. Itu sebabnya bersabarlah saat memilah-milah sblm menentukan pilihan. Partner yg enak diajak diskusi itu yg wawasannya minimal sama luas, value atau nilai" hidupnya diambil dari iman yg sama, dan bisa menghargai perbedaan pendapat asal tujuan ttp dijalankan bersama. Kalau proses diskusi lancar, insya Allah pengambilan keputusan ga akan complicated kayak drama turki, bahkan dg sedikit kode aja masing" langsung paham maksud dan ikhtiar yg lainnya.
Beberapa wkt lalu pas ngobrol sama dua pasangan tmn gereja soal keputusan mrk, rata" ada beda pendapat yg akhirnya dibentuk jd satu keputusan bersama yg bulat dan disepakati. Rumah tangga yg sehat..
Ketika kemudian mrk balik bertanya soal keputusan kami, mendadak kaget sedikit, soalnya baru ngeh qlo kami berdua ga pernah ngebahas soal itu secara eksklusif.. sama sekali. Alasannya bukan krn ga kompak, melainkan krn tanpa diskusipun km sdh tahu posisi masing". Secara ga sadar keputusan yg bulat dan mantap sdh diambil, sekalipun tdk ada kata yg terucap. Hanya kedipan mata, gestur dan landasan iman masing" xixixi..
Ternyata kompak tdk melulu lewat baju yg matching atau saling menandai postingan" mesra di facebook lol kekompakan jg melalui keputusan sehari-hari yg diambil yg mewakili suara masing", verbal or non verbal.
By the way wkt itu harusnya jwb gini:
"Oh qta udah dikusi dg cara telepati, jd keputusannya gini.."
Ini baru wow.
Tumbi Umbi, 15/4/16

Wednesday, April 13, 2016

Concealer VS Highlighter

Concealer dan Highlighter adalah dua alat yang sangat berguna dalam dunia make up. Yang satu melapisi bagian-bagian kulit kita yang warnanya tidak senada (contohnya pigmen gelap, noda jerawat, atau belang lainnya), sementara yang lainnya membuat warna yang gelap menjadi satu atau dua tingkat lebih terang di atas warna aslinya (contohnya lingkar gelap di bawah mata). 

Banyak yang selama ini keliru dengan memoleskan concealer tebal-tebal untuk mengatasi mata panda. Padahal, dengan highlighter saja, lingkar gelap itu tidak perlu lagi disembunyikan, melainkan dijadikan lingkar terang! Betapa banyaknya energi yang bisa anda simpan dengan cara ini dibandingkan dengan memoles concealer berulang-ulang dan mata anda masih terlihat kuyu. It's so frustrating!
Concealer dan Highlighter ini mengingatkan saya pada tulisan Rasul Paulus untuk jemaat Efesus. 

Beberapa waktu terakhir ini saya dan suami berbincang dengan orang-orang yang memiliki masalah yang sama. Lewat beberapa minggu dan bulan, keadaan tidak juga mengalami peningkatan dan didapatilah satu benang merah di antara orang-orang ini. Mereka semua terluka, tetapi belum sempat diobati. 

Banyak di antara kita yang, ketika melihat goresan atau luka, atau seperti mata panda yang kita bahas tadi, memutuskan untuk (kalau dalam istilah bahasa Inggrisnya) menyembunyikannya di bawah karpet. Sesuatu yang jelek atau 'ugly' itu tidak ingin kita perlihatkan pada orang banyak karena kita malu dan itu adalah penodaan atas karakter dan reputasi kita. Kita tidak ingin terlihat lemah. Kita ingin terlihat baik-baik saja dan pada akhirnya semuapun akan baik-baik saja. Kita mengambil concealer dan mengolesnya banyak-banyak dengan harapan cacat itu akan hilan sejalan dengan waktu. Yang terjadi kemudian justru kita terlihat capek, kurang tidur, dan berbeban berat. Ada yang salah. Semua orang tahu. Semua orang bisa menilai, tapi tak satupun membahasnya. Seperti sebuah rahasia umum yang pantang diperbincangkan. 

"Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." 
Efesus 5: 13, 14

Jangan mengira ayat ini hanya berlaku bagi kasus di mana terang Tuhan dipergunakan untuk mengekspos dan mengadili perbuatan yang tidak baik. Terang ini justru ada untuk menyembuhkan. Banyak metode kesehatan pada jaman sekarang yang dikembangkan melalui penyinaran pada bagian tubuh yang sakit untuk membunuh sel-sel jahat. 

Seperti halnya highlighter, menerangi daerah yang gelap dalam diri kita justru jauh lebih berguna daripada menyembunyikannya. Sampai kapan? Berapa lama? Jangan tunggu Tuhan turun tangan dulu sebelum kita sendiri mengambil inisiatif. 

Setelah melihat keterbukaan atas masalah dijalankan, betapa saya merasakan atmosfer yang berbeda. Ini adalah awal dari kesembuhan. Sekalipun luka tidak serta merta diobati, minimal dengan mengetahui bahwa kita terluka, gerakan-gerakan akan diambil dengan lebih hati-hati. Kita akan lebih sadar akan keadaan diri, sehingga dapat meminimalisir cedera di kemudian hari. 

Dan lihatlah, dengan concealer di bawah mata, tidak ada yang menyangka bahwa beberapa malam terakhir, kita kurang tidur, hehehe.. BANGUNLAH DAN BANGKITLAH DAN TUHAN AKAN BERCAHAYA DI ATASMU!  

Tuesday, December 29, 2015

Are You the One or Am I Looking at the Wrong Man?


I have been diligently following two fan pages on Facebook; one that supports the government and one that constantly mocks it. The last mentioned has gone a few levels up from just criticising; they spread false information to turn people away from the new ruling President. 

I secretly admire the 'puppet' used by the government opposition to write super silly articles to fool people because he is so passionate about what he is doing, but every time he convinces people that he is not the kind of person he is (and even deceives himself about it too) I feel disgusted. It is better to be a villain and admit that you are a villain and do a villain job passionately than putting on a mask of an angel when you know you've got the devil's horns. What a shame. 

Whether you're an angel or a demon, you will still have followers anyway. This world is not flat and only two third of its population will want to follow the truth. The good news is: we who seek the light are far more in number than our adversary and at the end of the day the enemy will realise how lonely he is. Those surrounding him are only there because they fear him; they don't love. And when their own life is at stake, one by one they will leave him.

Our goal isn't how to slap the enemy back, how to get an eye for an eye.. Our goal is how to turn a foe into a friend. Although we can't win all of them, we can still aim for the key people. Who are the key people? The educated. The honest. The pure in heart. The ones with integrity. These people will build a nation. Forget the mockers. Because even if we make them happy, their voices don't really count.

They are the people that the Lord talked about in Luke 7 
31 “To what, then, can I compare the people of this generation? What are they like? 
32 They are like children sitting in the marketplace and calling out to each other:
“‘We played the pipe for you,
    and you did not dance;
we sang a dirge,
    and you did not cry.’
They see the fruit of Jesus' ministry. They see the nation changed, they just won't be happy about it. They are so determined to be unhappy. No matter who their leader is. Because even when John the Baptist (who was the greatest among the religious leaders at that time) didn't eat bread nor drink wine, they called him demon possessed but when Jesus came and ate bread and drank wine he was bullied as a drunkard and sinner. They drag people down because they don't feel comfortable watching another person stand out way brighter than themselves.

John the Baptist had his moment of doubt too. He sent his messengers to ask Jesus (I think he knew exactly who Jesus was, he was only showing Jesus his disappointments) whether he was the true Messiah or should they wait for another man. Jesus didn't ask him to believe in him to answer that question. He simply asked John TO SEE THE FRUIT.

There will be many times in our lives when we fall into a pit of doubt. Asking God if he is really God will not do us any favors. God will not convince you as if he was afraid of losing that respect from you. Whether you believe or not, he is still going to rule anyway, forever and a day. But what he does is ask you: WHAT HAVE I DONE IN YOUR LIFE.. for you? You have a place to rest your head. You have food to eat. You have warm clothes to wrap your body. And the fact that you are still alive today.. If it wasn't for God's mercy..

Katandra Walk - NSW


John was disappointed, waiting for his life about to end at the hands of a wicked king. Jesus responded with a comforting truth:  The blind receive sight, the lame walk, those who have leprosy are cleansed, the deaf hear, the dead are raised, and the good news is proclaimed to the poor.

Isn't that beautiful? These are the reasons why John was doing what he was doing. Both John and Jesus lived for the same cause and he should be grateful for the fruit, even if that cost them their lives. I believe that John eventually died in peace knowing his prayers HAD been answered.

You and I might not be questioning God's skill at being god at the moment, but we could do that to our leaders. We are being skeptical and disappointed because our expectations are not met. We doubt their anointing and authority upon our lives. But this is not a time of proving. This is time for us to look at our surrounding: have the lost been found? people's lives changed? your spiritual man grown? has the good news been proclaimed?

Check your self and check your situation. God is always at work. Whether you acknowledge him or not. A bit of gratitude will bring you forward, and not pin your feet to the ground. You will not be stuck. No one, no president, no boss, no leader is perfect. They have their own accountability before God, but our part is just to be grateful. We are kept under a shield of authority - the right place to be.


God bless you!

Tuesday, December 15, 2015

Udah Mandi Belum?


Sudah lama tidak menulis blog karena transisi dalam hidup (cieee..) dan hari ini kangennya tidak terbantahkan lagi. Menulis itu therapeutic. Bagi yang lebih leluasa menyampaikan uneg-unegnya lewat tulisan seperti saya, menulis itu bagaikan hujan yang meneduhkan sebuah hari yang terik #truestory. 

Saya ingat waktu berumur 6 tahun, untuk meluruskan sebuah konflik dengan teman yang tinggal two houses away from mine, saya menulis sepucuk surat permohonan maaf. The thing is, I never sent that letter to her *tongue emoticon*

Well anyway, pagi ini indah sekali. Tinggal di daerah pedesaan adalah perpindahan yang cukup drastis dari habitat saya yang hingar bingar di kota Denpasar. Tidak banyak kendaraan, tidak banyak manusia, dan toko-toko tutup jam 7 malam. Mobilitas yang rendah serta pemukiman yang jarang menjadi sebuah jeda yang manis menuju musim kami yang baru. Cities are great but we all need a simple life every once in a while, amen? 

Setelah minum teh dan ngobrol bersama mertua dan kakak ipar yang mampir ke rumah dengan kedua balitanya, saya pergi ke laundry room untuk mencuci baju. Satu hal yang saya sukai di Australia adalah betapa banyaknya hal untuk dipelajari. Beeeeegitu banyak! Rasanya seperti menjadi anak ingusan yang baru duduk di bangku sekolah, agak memalukan tapi daripada tersesat, lebih baik bertanya di jalan!

Sambil menunggu pakaian tercuci bersih, saya menatap ke luar jendela karena sudut mata ini menangkap gerakan-gerakan kecil di sana. Seekor wonga pigeon sedang mandi di pemandian burung yang sengaja didirikan oleh papa mertua saya di pekarangan rumahnya. Menyadari kehadiran saya, burung itu diam sejenak lalu melanjutkan mandi setelah dirasanya cukup aman untuk kembali beraktivitas. Tiga atau empat kali celupan (badan) kemudian, ia terbang dan menghilang dari pandangan, yang tak lama kemudian diikuti oleh kehadiran seekor birdcat. Dinamakan birdcat karena burung ini mengeluarkan suara layaknya seekor kucing yang sedang berkelahi. Badannya lebih besar dari burung pertama dengan warna abu-abu dan pendaran hijau di sekitar punggungnya. Eksotik. 

Ia mandi dengan ceria, mengibaskan bulunya sesekali dan mencelupkan kepala dan badannya ke dalam air. Saya tersenyum memikirkan betapa seekor burungpun dianugerahi hikmat oleh Tuhan untuk membersihkan diri, sekalipun ia tak bertuan.


Kebersihan sudah menjadi bagian yang esensial bagi kelestarian seekor burung. Membersihkan dirinya dirasa penting jika ia mau bertahan hidup. Lalu bagaimana dengan kita? Tentu saja sebagian besar dari kita suka mandi setiap hari, tapi bagaimana dengan kebersihan jiwa? Akankah kita tergerak untuk spiritual-grooming ourselves.. everyday?

Setiap kali jalan terasa terjal dan ketakutan merasuki jiwa, saya tahu itu adalah waktu yang krusial untuk lebih banyak membaca Alkitab, lebih sering berdoa, lebih rendah hati untuk mengevauasi diri dan merubah kelakuan. Sayangnya acapkali saya baru ingat itu di kala sulit, lalu acuh ketika kenyamanan masih terasa. Kita tidak akan menunggu badan jasmani kita untuk berbau apek dulu baru mandi, bukan? Kita mandi karena itu adalah bagian dari norma hidup di mana kita dibesarkan. Kita mandi karena dengan demikian tubuh kita akan beroperasi dengan lebih baik dan kinerja kita akan lebih memuaskan. Jadi.. sudah mandi hari ini? :)


Saturday, November 7, 2015

Love Nature Wild Rose Series Oriflame Review

Ternyata kulit yang bermasalah itu nggak hanya disebabkan oleh faktor hormon, makanan yang dikonsumsi, ketidakcocokan dengan kosmetik tertentu, kebersihan yang kurang dijaga, dan lain sebagainya.. tetapi juga oleh kekurangpahaman pemilik kulit dengan jenis kulitnya sendiri lho... Ya, cuma gara-gara satu orang berhasil ngebuktiin keampuhan sebuah produk setelah dia memakainya, belum tentu hasil yang sama juga terjadi pada kita. Alasannya sih sederhana: perbedaan jenis kulit.

Selama jangka waktu yang cukup lama, saya percaya kalau jenis kulit saya itu berminyak. Produk perawatan yang saya pilih tentunya yang membantu mengurangi minyak berlebih, untuk mencegah tumbuhnya jerawat karena debu dan kotoran yang menempel dan tidak tuntas dibersihkan, di antaranya yang mengandung bahan-bahan seperti jeruk nipis, mentimun, lidah buaya, teatree, dan herbal apa saja yang katanya mengatasi jerawat dan komedo. 

Sejauh ini, brand kosmetik yang masih saya percayai karena berbahan dasar alam dan sangat ringan untuk ukuran kulit yang cukup sensitif seperti kulit saya adalah ORIFLAME :)

Yap, saya cinta kepada produk Swedia ini! Sekalipun saking naturalnya, urusan make up jadi tidak terlalu awet di wajah, minimal kulit saya terjaga dari bahan-bahan yang dapat menyebabkan kerusakan permanen. Iihhhh ngeri deh, apalagi hari-hari ini banyak banget kosmetik oplosan beredar dengan mendompleng brand-brand mahal dan terkenal. Duhhhh wajah kan investasi ya.. kalau bisa jangan dijadikan bahan percobaan deh. Mending beralih ke yang pasti-pasti aja dan sudah terjamin kualitasnya dan jauh dari pembajakan abal-abal.

Tapi ya, seperti yang saya tulis di atas, sekalipun pilihan merk sudah betul, nah kalau masih belum paham sama jenis kulit, ya tetep aja resiko salah pakai dan hasilnya jadi ga ngenakin. Pernah saya maksain diri pake krem penghapus noda jerawat karena banyak yang pakai dan merasakan keampuhannya, tapi lupa kalau mereka itu rata-rata memiliki jenis kulit normal dengan pori-pori kecil. Yaudah, di saya langsung kena jerawatan deh :(

Lalu suatu hari saya pergi ke spa dan mbak therapist-nya nyeletuk, "Wajahnya kering ya, Mbak, sering jemuran ke pantai yah?"
Dari situ saya ngeh kalau diagnosa saya selama ini salah. Bukannya kulit berminyak, tapi kering! Nauzubillah bin zali... *facepalm*
Dan suatu ketika saat sedang menginap di hotel, karena kelupaan bawa moisturiser, terpaksa deh saya pakai yang ada: lotion hotel. Kandungan lotion yang sebagian besar air (AQUA) sangat bagus untuk menghidrasi kulit kering. Karena hasilnya bagus, saya jadi ketagihan make, pagi dan malam hari.. xixixi.. Dan juga sekaligus membuktikan kalau jenis kulit saya memang benar kering.

Siipp, kulit sudah dikenali, tinggal cari senjata yang tepat. Kebetulan pas lagi dikirimi katalog terbaru dari Oriflame, dan mata saya langsung terpaku sama seri Love Nature berbahan Wild Rose yang fungsinya untuk nourishing dry skin atau menutrisi kulit kering. Aaahhhh... ngebayanginnya aja, berasa kayak padang pasir dikunjungi embun di pagi hari! Kebetulan paket ini lagi diskon, cuma 130rb dapet cleanser, day cream sama night cream-nya udah komplit! Eh gak hanya itu loh, Oriflame juga ngasih kejutan waktu paket ini nyampe, diiringi oleh si Tender Care imut dalam kemasan baru, satu tema dengan paket Love Nature, berbahan rose. Kotak mungilnya yang pink nge-jreeng bikin gemes deh :D Jadi ga sabar nyobain!

Yuk tengok satu-satu produknya....

1. Love Nature 2-in-1 Cleanser Wild Rose
Yang teristimewa dari rangkaian Love Nature Wild Rose ini adalah wanginya! Manis dan menyegarkan. Membersihkan wajah jadi menyenangkan dan mudah banget dengan 2-in-1 cleanser ini. 
Oleskan di atas kapas secukupnya dan apply pada wajah yang kering. Karena tidak mengandung sabun, cleanser ini ga bikin wajah berkesan kesat. Hanya segar dan lembab :)
2. Love Nature Day Cream Wild Rose
Setelah wajah dibersihkan, perawatan dilanjutkan dengan pemakaian day cream. Ini wajib sebelum memakai alas bedak, soalnya wajah kita perlu dipasangi 'tameng' dari akibat buruk sinar matahari. Dan sekali lagi, begitu membukan tutup cream imut ini, langsung disapa dengan aromanya yang manis dan segar! Tekstur krim ini lembut banget, ngingetin sama yogurt hehehe.. Eh, pernah loh saking manisnya, krim yang jatoh di lantai langsung dikerubutin semut (bener ga bo'ong!)
Begitu diaplikasikan, langsung terserap ke dalam pori-pori kulit. Sekitar lima menitan, udah nempel gitu aja, ga ninggalin minyak atau kesan kesat di wajah. Pas banget buat yang kering-kering cenderung retak, hahaha..
Siipp.. Lanjut ya ke Night Cream-nya :)


3. Love Nature Night Cream Wild Rose
Setelah rutinitas pembersihan wajah di malam hari, dan kalau bisa rajin peeling wajah seminggu sekali (kalau tingkat stress wajah cukup tinggi) habis itu lanjut aplikasikan Love Nature Wild Rose Night Cream. Kandungan AQUA yang cukup tinggi dalam krim ini tidak akan mengundang komedo di wajah kamu yang kering. Begitu bangun di pagi hari, wajah jadi lebih segar dan tidak kusam! Salah satu kelebihan Oriflame yang melegenda adalah kemasannya yang mudah dibawa ke mana-mana. Walaupun mungil, pakai dua colek krim ini aja udah cukup buat seluruh area wajah dan leher kamu loh.. Awet kan!

Oh ya, jangan hanya kulit wajah yang diberi perhatian khusus, kulit di bibir juga donk. Apalagi buat kamu yang tidurnya ditemenin AC, penting untuk menjaga kelembaban bibir. Makanya, bonus kali ini besar manfaatnya :)

4. Tender Care Rose Protecting Balm
Tender care ini terkenal dengan kelebihan manfaatnya yang gak tanggung-tanggung. Kali ini saya khusus memakai keluaran terbaru ini untuk perawatan bibir (kalau yang versi sebelumnya kadang saya pakai di lipatan siku, lutut, dan bekas luka supaya kusamnya pudar). 
Oleskan tender care di malam hari sebelum tidur. Katanya sih, Tender Care juga efektif mengurangi hitam bibir supaya lebih merona. Asal disiplin dan rutin aja makeknya sih..
Tekstur Tender Care mirip produk petroleum jelly, cuman gak sama lengket dan kentalnya. Ga terlalu berminyak. Cukup ringan dipakai secara rutin.
Selain untuk perawatan, Tender Care juga berfungsi sebagai pengganti lip balm sebelum mengaplikasikan lipstik favoritmu. Warna lipstik jadi lebih tahan lama. Ada juga yang menggunakannya sebagai ganti eyeshadow base. Pokoknya si Tender Care ini kecil-kecil cabe rawit deh! Multiguna banget :D
Untuk yang ini saya pilih Oriflame Beauty Moroccan Pink :) Lipstiknya lembut dan kandungan moisturisernya tinggi. 
Nah, sekian dulu review dari saya untuk Love Nature Wild Rose Series. Keep your skin healthy and enjoy today, girls!

Love always,
Sudi
xox 




Monday, November 2, 2015

A Mangrove To Remember


A little truth: on the third day of our honeymoon I went on a solo adventure to visit mangrove forest which was five minutes walk from our bungalow on Nusa Lembongan while my husband took his long nap, exhausted from the wedding marathon and lots of trips. Yesterday I made it up to him by taking him to visit mangrove forest in Bali. 200 meters away to the east from Bali Mall Galleria on Bay Pass Ngurah Rai street.

There was no price list on the ticket booth and we were going to be charged $10 per person to enter (I'd be insane if I agreed on that). Edde is sick of getting ripped off in Bali because he is white (poor thing). So I bargained and paid $5 for both of us although as a local I think I should have paid maximum $1 or so but didn't want to waste time arguing and the sun was setting fast.

Mangrove is a magical place, especially when the light is dimming. The shape of the trees stimulate your imagination and in the quietness of the surrounding you can hear exotic sounds like.. with the sound effect of a cave. Funny bird chirps, crabs fighting and insects buzzing and there was this weird popping noise that we laughed at like something chews a gum and blows it and pops it over and over.

Couples like this place because they can talk here for hours and watch the light fade out slowly. Or simply just to take a walk and climb the stairs up the tower in the middle of the forest. Mangrove is also a famous spot for pre-wedding photo sessions in Bali.
We didn't finish walking the whole jetty because it became to dark to see but we felt refreshed and were ready to move on to dinner so we headed back, followed by a few young boys with a guitar who played us a serenade from behind. They were funny. Some men turned up into the dark to catch shrimp in the water afterwards.
Tips: Before entering, stop for a toilet break first. Bring your water supply and camera. Apply some mosquito repellant and don't rush - take your time and enjoy every step of the jetty.
Also, let's keep our Bali clean, friends. Please throw plastics or junk in its proper place:)


Love,
Sudi

xx


smile emotikon