Salah satu hal terbaik dlm pernikahan (selaen kmn" sll ada temennya) adl anugerah utk bs bertukar pikiran dg partner yg sepadan. Itu sebabnya bersabarlah saat memilah-milah sblm menentukan pilihan. Partner yg enak diajak diskusi itu yg wawasannya minimal sama luas, value atau nilai" hidupnya diambil dari iman yg sama, dan bisa menghargai perbedaan pendapat asal tujuan ttp dijalankan bersama. Kalau proses diskusi lancar, insya Allah pengambilan keputusan ga akan complicated kayak drama turki, bahkan dg sedikit kode aja masing" langsung paham maksud dan ikhtiar yg lainnya.
Beberapa wkt lalu pas ngobrol sama dua pasangan tmn gereja soal keputusan mrk, rata" ada beda pendapat yg akhirnya dibentuk jd satu keputusan bersama yg bulat dan disepakati. Rumah tangga yg sehat..
Ketika kemudian mrk balik bertanya soal keputusan kami, mendadak kaget sedikit, soalnya baru ngeh qlo kami berdua ga pernah ngebahas soal itu secara eksklusif.. sama sekali. Alasannya bukan krn ga kompak, melainkan krn tanpa diskusipun km sdh tahu posisi masing". Secara ga sadar keputusan yg bulat dan mantap sdh diambil, sekalipun tdk ada kata yg terucap. Hanya kedipan mata, gestur dan landasan iman masing" xixixi..
Ternyata kompak tdk melulu lewat baju yg matching atau saling menandai postingan" mesra di facebook lol kekompakan jg melalui keputusan sehari-hari yg diambil yg mewakili suara masing", verbal or non verbal.
By the way wkt itu harusnya jwb gini:
"Oh qta udah dikusi dg cara telepati, jd keputusannya gini.."
Ini baru wow.
"Oh qta udah dikusi dg cara telepati, jd keputusannya gini.."
Ini baru wow.
Tumbi Umbi, 15/4/16

No comments:
Post a Comment